Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada Ayam

Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada Ayam

Pullorrum atau berak kapur pada ayam adalah penyakit yang menular bagi ayam adu anda, Penyakit Berak kapur atau disebut BWD – Bacilary white Diarrhea, Penyakit ini juga menyerang hewan unggas lainnya seperti kalkun, puyuh, merpati, dan berbagai jenis unggas lainnnya. Penyakit Berak Kapur atau Pullorum disebabkan oleh bakteri salmonella Pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini dapat bertahan dalam kondisi apapun di dalam tanah selama 1 tahun.

Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada Ayam paling banyak menyerang anak ayam yang baru menetas, tetapi tidak berarti yang dewasa tidak diserang. Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada Ayam  menyerang pada unggas yang daya tahan tubuhnya lemah. Angka morbilitas pada anak ayam mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka kematian dapat mencapai angka 85%.

Cara Penularan Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada Ayam
Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:
– Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
– Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.

Gejala klinis Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada Ayam
– napsu makan menurun
– feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
– Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
– kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering
– jengger berwarna keabuan
– mata menutup dan nafsu makan turun
– badan anak ayam menjadi lemas
– sayap menggantung dan kusam
– lumpuh karena artritis
– suka bergerombol

Perubahan patologi Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada ayam
Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu.

Diagnosis Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada ayam
Isolasi dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test).

Pengobatan Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada ayam
Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.

Pencegahan Penyakit Berak Kapur atau Pullorum pada ayam
Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.

Artikel yang Terkait :

 

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *